Ujian Akhir Nasional, sungguh bukan hal yang asing di telinga kita sekarang ini. Intrik yang sedang hangat-hangatnya ini selalu menarik perhatian tiap orang yang mendengarnya, terlebih para penghuni dunia pendidikan, siapa saja itu. Ujian Akhir Nasional tingkat SMA telah selesai dilaksanakan mulai tanggal 22 Maret 2010 lalu dan puncaknya tanggal 26 Maret 2010. UAN memang sudah berakhir, tapi masih tersisa sebersit goresan yang tak lekang dalam hati saya.
Saya dan teman-temana sekelas pada dasarnya belum mengikuti ujian ini. Karena kami tergabung dalam kelas percepatan, kami diharuskan mengenyam pendidikan tiga tahun pelajaran menjadi dua tahun saja. Dan karena itu, kami menjadi peserta ujian yang menjadi kontroversi ini. Ada sedikit cerita pada hari pertama peperangan prajurit abu-abu putih ini, seorang teman berkata, “Eh, awak e dhewe UAN tenanan?” yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “Eh, kita beneran UAN?”
Teman-teman yang lain hanya tertawa mendengar celotehan yang dibilang lucu juga tidak, konyol iya!
Mungkin bagi orang yang tak memahami kondisi kami mungkin akan berargumen bahwa kita belum siap. Saya meragukan kebenaran argumen tersebut. Pasalnya, saya percaya bahwa di saat seperti ini ‘terjepit’ pasti ada kekuatan yang membuat kita bisa menaklukan tantangan.
Kacamata saya memberi gambaran tentang UAN yang tertangkap oleh sensor penglihatan saya di otak, kurang lebih seperti ini. UN adalah ujian seperti ujian pada umumnya, hanya dia terlalu “dibuat” mengerikan di mata para pelajar. Pelajar, baik itu SMA, SMP dan SD atau setingkatnya lebih “terpaku” pada kata TIDAK LULUS yang katanya nanti membuat MASA DEPAN MEREKA SURAM. Ujian skala nasional ini hanya sebagai sarana untuk para siswa mengukur kemampuan dirinya yang cenderung membawa ke hal pasitif. Namun, “penampilan” UN membuat mereka mengejar NILAI untuk bisa dikatakan LULUS dengan atau tanpa cara yang diharuskan. Hanya sedikit yang saya tangkap, entah betul atau benar, itu yang terekam oleh CPU saya.
Saya mengenai UAN.
Seperti mimpi, walau ujian itu sudah selesai bagi saya masih terasa seperti mimpi. Memang terjadi, namun semu untuk dirasakan. Ehehehhehee.. kusebut sendiri ini konyol, benar-benar konyol. Yahh, mau ngomong apalagi? Nasi sudah menjadi bubur, dan bubur sudah tertelan dan masuk ke lambung. Tak ada gunanya untuk “menyesali” atau malah “berbangga” karena merasa sudah ‘plong’. Perang belum selesai, bro! Masih begiiiiiiiitu paaaaanjang perjuangan kita. Entah yang mau melanjutkan studi ke PTN atau PTLN (perguruan tinggi luar negri, hehehehe), entah yang mau langsung nyari kerja atau yang mau jadi bapak/ibu rumah tangga semuanya masih berdiri di tengah jalan dan perjalanan masih sangat jauh untuk bisa sampai pada tujuan. Yang terpenting adalah, niat dan tekad kita untuk bisa menyelesaikan apapun itu rencana kita selanjutnya. Jika kita tak berhasil pada satu hal, maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah memandang diri kita dengan penuh keyakinan dan berkata pada diri kita sendiri “Kamu tidaklah GAGAL tapi BELUM berhasil” Jika kamu ingin BERHASIL, hal selanjutnya adalah menyiapkan tenaga, jiwa, dan modal untuk mencari cara lain yang bisa membawamu pada KESUKSESAN. Tapi ingat, jika sekali-kali kamu mematutkan mata pada kata HASIL SUKSES, maka sedikit lengah pun akan membuat langkahmu tersendat lagi. Jika yang kita inginkan hanya sukses belaka, tak jarang kita malah menerima ketidakberuntungan. Tapi, bersedia menjalani PROSES untuk menyelesaikan masalah agar berakhir dengan hasil yang anda inginkan akan menambah kesuksesan anda. Anda tidak hanya sukses menyelesaikan masalah tapi anda sukses dalam proses menyelesaikan masalah.
Bagi para pejuang abu-abu putih yang sekarang atau yang selanjutnya. Ujian Akhir Nasional cuma sarana pemerintah untuk melihat bagaimana kualitas kita dan kemampuan kita HANYA pada materi yang diujiankan, tapi mereka tak bisa melihat bakat dan talenta kita yang lainnya. Tinggal kalian sendiri yang mengembangkan potensi yang kamu punya. Mungkin, kata Kakek Einstein berikut ini bisa memotivasi kita untuk tak patah semangat dalam berusaha “Keberhasilan adalah 1 % kecerdasan dan 99 % USAHA”
Rabu, 07 April 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)








5 komentar:
wow...anak akselerasi ya dek?? kerennnnn....tapi, dah plong ya.. UN nya dah kelar...slamat ya.. keep on fighting..
salam kenal ya.. follow balik donk.
@ ika :hemm.. terimakasiih,,,,^_^
@ yudex: salam kenal balik deh... ^_^
ya emang bermimpi...bermimpi dalam sebuah rangkaian pendidikan yang tidak tentu...yang lulus kadang malang bikin ulah...
follow balik ya....
keep moving forward!!!
Poskan Komentar