Jumat, 07 Januari 2011

Green Mind : Bersama untuk Hijaukan Bumi

Ditulis oleh Dheril di 13:37
Reaksi: 


Suatu ketika saya mendapatkan pertanyaan yang unik dari adik saat menonton televisi. “Global warming itu apa, Mbak?” Nah, harus kujawab apa? Mau menjawab detail, dia mungkin asing dengan istilah-istilah ilmiyah. “Global warming itu, bumi kita sedang sakit. Karena banyak yang nebang pohon sembarangan, buang sampah sembarang, makanya bumi kita jadi sakit,” itulah yang aku katakan untuk menjawab pertanyaan bocah tujuh tahun itu.

Semakin hari kita ketahui semakin banyak tanda-tanda bahwa isu pemanasan global menampakkan wujudnya. Bencana alam yang terjadi kita ketahui telah memakan korban yang tidak sedikit. Banjir terjadi di beberapa bagian negara Asia, kekeringan melanda beberapa negara, badai yang sempat mengamuk di Port Au Prince, Haiti dan masih banyak lagi bencana alam yang terjadi di belahan dunia lainnya. Begitu banyaknya bencana yang berbeda-beda terjadi di wilayah yang berbeda pula menunjukkan bahwa efek global warming ini bukan main-main. Bumi yang panas menunjukkan bahwa akan lebih banyak lagi bencana yang terjadi.

Mungkin kita tidak bisa menghindari bencana alam itu apabila telah melanda kita. Kita juga tidak tahu kapankah bahaya tersebut datang secara pasti. Namun, ada hal yang bisa kita lakukan untuk membuat bumi kita bisa lebih nyaman untuk kita tinggali. Langkah pasti dengan menghindari hal-hal yang akan menciptakan pemanasan global.

Beberapa LSM yang bergerak di bidang lingkungan banyak menggalakkan aksi bertajuk ‘Go Green’. Reboisasi, penerapan 4 R (Reduce, Reuse, Recycle, Repair dan Recovery), sampai penyuluhan ke masyarakat tentang menjaga perilaku kita pada lingkungan sekitar. Beberapa individu bahkan memiliki gagasan yang inovatif dengan bergerak dan menggerakkan orang lain di sekitarnya untuk bersama-sama menggalang aksi penyelamatan lingkungan. Semua itu bertujuan agar bumi kembali hijau dan bisa bernapas lebih lega. Dengan penanaman hutan kembali atau reboisasi, hutan akan terhindar dari longsor dan kebakaran hutan yang menciptakan asap yang selain mengganggu pernapasan juga menambah kadar gas rumah kaca di atmosfer. Perilaku yang seimbang terhadap lingkungan kita akan sangat berpengaruh pada perkembangan bumi untuk bisa lebih baik. 4 R adalah usaha yang sederhana yang bisa dilakukan secara langsung baik oleh individu atau kelompok. Usaha yang sederhana seperti 4 R tersebut juga bermanfaat untuk kesehatan manusia selain sebagai langkah untuk mengurangi limbah dan pencemaran. Bayangkan, jika kita bisa melaksanakan 4 R dengan teratur dan terus menerus, lingkungan bersih dan nyaman yang kita dapat. Selain itu kita bisa ikut andil dalam solusi pencemaran.

Jika kita berbicara tentang konsep dan apa yang kita dapat bila konsep yang kita buat berhasil, itu terlampau mudah. Namun berbeda jika kita melihat kenyataan. Beberapa dari kita mungkin sudah mengawali perjuangannya untuk Go Green, menggalang aksi serupa dan menciptakan inovasi yang bisa digunakan demi menyelamatkan bumi. Namun, dari kacamata saya banyak hal yang belum tersentuh oleh tangan-tangan yang peduli pada lingkungan. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan kota besar lainnya kenyataan bahwa pencemaran masih terabaikan oleh warga sekitarnya. Pemukiman kumuh masih menjadi ikon yang bahkan menarik wisatawan asing untuk melihat bagian miris dari ibukota negara ini. Penanggulangan sampah yang semakin tak terkontrol hingga terjadi longsoran sampah di wilayah Bandung beberapa tahun lalu yang mengakibatkan warga yang bermukim di sekitar TPA (tempat pembuangan akhir) terkena imbasnya.

Kenyataan yang bertolak belakang dengan apa yang menjadi misi dan visi aktivis lingkungan ini terjadi mengalir seperti air. Tak ada pihak yang bisa menyalahkan atau disalahkan, tapi bukan berarti mereka benar. Lalu bagaimana? (jadi bingung penulisnya). Fakta di atas merupakan cermin bahwa kita sebagai makhluk sosial kurang peduli pada lingkungannya sendiri. Seperti pemukiman kumuh di Jakarta, warga di sana notabene berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki pengetahuan yang minim. Hidup mereka tergantung pada tangan dan pikiran mereka yang mungkin hanya terfokuskan untuk menghidupi keluarga dan mencari pangan. Mereka belum sadar mengenai apa itu menjaga lingkungan dan persoalan pemanasan global. Mereka cenderung acuh pada hal seperti ini dan terus menjalankan kehidupan mereka di tempat yang tidak layak. Sehingga tidak ada realisasi usaha untuk menanggulangi pencemaran. Nah, di sinilah peran tangan-tangan yang terampil dalam hal mengayomi dan merangkul masyarakat yang belum paham mengenai lingkungan seharusnya bisa ikut ambil bagian. Target yang dituju adalah warga pemukiman kumuh dan sekitarnya. Mengusahakan mereka untuk merubah cara hidup dan perilaku terhadap lingkungan agar bisa menjadikan lingkungan hidup yang lebih bersih, nyaman dan meminimalisir pencemaran. Memberi penyuluhan berkala pada masyarakat yang tinggal di daerah kumuh tentang bahaya pencemaran dan global warming bisa dilakukan oleh LSM atau pihak Kementrian Lingkungan Hidup. Penyuluhan tersebut akan lebih baik jika disertai pembekalan pada masyarakat, pemberian pelatihan penanaman, pembersihan sungai, gerakan daur ulang, pemanfaatan sampah, pengolahan limbah dan bagaimana membangun rumah sehat, hal-hal demikian sangat diperlukan untuk menjadikan pemukiman kumuh yang padat menjadi lebih sehat. Dengan sedikit usaha keras untuk berbagi ilmu dengan mereka, stimulus yang kita lakukan bisa merealisasikan tujuan untuk menciptakan pemukiman yang sehat bersama-sama.

Kita sebagai makhluk ciptaan pencipta jagad raya ini hanya bisa berusaha. Berusaha untuk hal yang lebih baik. Bumi ini hanya tempat yang dipinjamkan saja oleh Sang Mahakuasa, selebihnya kita harus bisa menjaga bumi yang menjadi tanggung jawab kita, umat manusia di seluruh dunia. Tanggung jawab yang akan kita pegang bersama adalah membuat bumi bisa bertahan dan masih hijau untuk anak cucu kita nantinya. Hidupkan bumi hijau kita.

Dalam rangka berpartisipasi pada Writing Contest-Beat Blog oleh VHRmedia.com
Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. ^^

6 komentar:

Dheril on 7 Januari 2011 14:37 mengatakan...

green mind...

Ulum2707 on 7 Januari 2011 15:33 mengatakan...

hm... bagus deh,, depan rumahku taman bunga, tp yang bikin aq,,,

Dheril on 7 Januari 2011 16:10 mengatakan...

@ ulum2707 : langkah yang bagus!!!

Ulum2707 on 7 Januari 2011 16:47 mengatakan...

yang buat taman bukan aq, td slah ketik,,,

Dheril on 9 Januari 2011 18:47 mengatakan...

haha..ya..bisa dilanjutkan gardening nya..

Sang Cerpenis bercerita on 12 Januari 2011 11:43 mengatakan...

udah keren kok penjelasannya ke adikmu. simpel tapi mudah dimengerti.

btw, aku dan Fanda memang suka dianggap orang yg sama. hehee

 

when all feelings and words mate imajination Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei