
Senyum palsu dan kebahagiaan palsu, semuanya menjadi palsu saat tak ada lagi harapan bagiku untuk masuk dalam hatimu. Derai tawa yang kau dengar seolah menandakan aku baik-baik saja, tidak ada yang salah pada diriku.
Inilah aku tanpamu...Telah lama aku mengetuk pintu itu namun tak ada jawaban. Berkali-kali aku memanggil nama itu pun aku tidak mendengar sahutan dari balik pintu itu. Tanganku yang terkepal pun tak lagi lelah mengetuk karena selama ini hanya itu yang dia lakukan. Pintu itu aku ketuk namun tak ada jawaban. Tak ada suara engsel yang terbuka atau putaran gagang pintunya. Sudah lama aku menunggu ada yang membuka pintu itu tapi tetap saja pemiliknya tak acuh.
Aku menunggu pintu itu terbuka. Pintu hatimu yang terkunci rapat dengan kode atau kunci apa yang tidak bisa kumiliki, menyentuhnya saja aku butuh keajaiban Tuhan. Han, mengapa kau menutupnya serapat itu? Tiadakah sedikit ruang di dalam sana untukku? Tiadakah? Meski itu hanya sudut gelap yang tidak berarti untukmu? Aku kedinginan di luar sini, kebingungan mencari pintu mana yang bisa aku datangi. Nyatanya hanya pintu ini yang bisa ketemui, tidak ada yang lain. Namun mengapa kau masih diam di balik sana?
Telah lama aku mengetuk pintu itu namun pemiliknya mendiamkan aku. Aku bukan pengemis, sayang...bukan juga orang yang menagihimu hutang. Aku hanya pengelana yang ingin menetap, menetap setelah perjalanan jauhku menemukanmu. Tapi mengapa pintu itu tidak bisa kubuka?
Aku masih menunggu...menunggu dengan sisa waktuku. Entah kapan aku bisa berhenti mengetuk pintu hatimu dan mencari pintu lain yang terbuka untukku, aku kira itu butuh waktu selamanya. Hingga tak ada napas lagi di tubuhku.
Jika Tuhan memberiku kesempatan untuk bertanya padaNya, ini yang akan kutanyakan.
Tuhan, apakah di langit sana Kau menuliskan namaku bersama namanya?
Sofia dan Han, apakah Kau menuliskannya seperti itu?
Sofia dan Han, apakah Kau menuliskannya seperti itu?
Jika aku diberi kesempatan oleh malaikat untuk melihat dirimu sebelum aku pergi selamanya, aku ingin mengetuk pintu hatimu untuk yang terakhir kalinya.
Kediri, 20 Januari 2012 dengan sisa harapanku pada seseorang di luar sana..
Gambar dari sini.








3 komentar:
ini #jleb banget ya mba
salam kenal
semua suatu hari pintu itu terbuka ya Mbak :)
aku juga ikutan looh
http://t.co/ugPEAo2Y
to oliph: terimakasih... hihi #jleb sesuatuuu deeh.. hihi salam kenal juga. :D
to diah: amiin... iya-iya terimakasih... mari blog walking :D
Poskan Komentar