“Bel..Bella.. liat aku!”
Poooof. Lagi-lagi kamu membuatku terpingkal dengan dua bola karet yang kau tiup bersamaan dan meletus hingga pipimu... “Heii...kok bisa gitu?” aku jadi penasaran bagaimana kau bisa membuat dua permen karet mengembang sekaligus.
“Itu rahasiaaa... Kalau aku memberitahukan caranya padaku kau takkan memberiku senyum selucu itu!” tiba-tiba kamu mengambil alih notebook yang sedang kupangku. “Apa sih yang kamu tulis hah? Dari tadi gak selesai-selesai..”
“Yeee, itu sih karena dari tadi kamu bikin aku gak berhenti ketawa!”
Permen karet yang hampir mengembang tadi kempis seperti balon kehilangan udara. Entah apa yang membuatmu nampak kaget saat melihat layar di depanmu berpendar.
Kau tersenyum setelah melepaskan pandanganmu dari foto malaikat mungil yang tersenyum dengan mata yang cemerlang, rona merah di kedua pipinya membuat yang semakin menggemaskan.
“Senyum untukmu yang lucu, bisakah kita mengadopsinya?”
Gambar dari sini.







2 komentar:
mau !
*hloh njawab sendiri*
:D
hehehe... terimakasih sudah bacaa ya..
Poskan Komentar